Sabtu, 28 Mei 2016

Jokowi Usul Belasan Pemerkosa Yuyun Diberi Balasan Kebiri Kimiawi

Majelis hukum negeri Bengkulu menetapkan keputusan sepuluh tahun penjara kpd tujuh pelaku pemerkosaan & pembunuhan YUYUN siswi SMP di rejang lebong Bengkulu, hukuman sepuluh tahun penjara merupakan kesengsaraan maksimal, sesuai dgn undang-undang perlindungan anak. Nasib tujuh pelaku perkosaan atas pembunuhan yuyun siswi SMP rejang lebong Bengkulu, sesudah putusan ketua hakim Heni Farida menjatuhkan balasan masing-masing sepuluh tahun penjara, kpd tujuh pelaku yg masih berusia dibawah umur ini.


Semuanya rencananya akan berkurung diri di LP kelas 2A Bengkulu & kursus kerja selama 6 bln. Tujuh pelaku valid membuat semua perbuatan keji tersebut sesuai dgn gugatan jaksa penuntut umum, tetapan sepuluh thn penjara merupakan masa pembalasan maksimum berasaskan pada undang-undang perlindungan anak. Atas keputusan ketua sidang pengadilan rejang lebong, kuasa hukum blm memastikan aksi berikutnya apakah berpasrah atau menayangkan banding."kitakan sdh berusaha dlm pembelaan, saat ini pihak keluarga masih pikir-pikir buat memajukan banding" cakap M Gunawan sebagai pengacara terdakwa.

YY dara belia itu telah jadi korban kebejatan seksual & pembunuhan dlm perjalanannya sehabis pulang sekolah, tersangkanya merupakan empat belas pemuda desa. Mirip kejahatan berkelompok ini mempunyai pekerjaan yg berbeda-beda pada saat melaksanakan niat jahatnya. Ada yg berperan laksana yg memang punya niat jahat & ada juga yg cuma ikut-ikutan saja.

Mungkin apapun peran masing-masing tersangka tetapi besar pihak membandingkan hukuman bui tidaklah cukup untuk para pelaku kekejian seksual, balasan penjara dinilai amat sangat ringan & tdk mengakibatkan dampak kapok, hukuman yg tdk berbanding justru melahirkan kebejatan serupa bertambah meraja Lela. Masyarakat memaksa pemerintah keras utk memformulasikan perundang-undangan tentang hukuman kepada para pelaku kejahatan seksuall.

Presiden Joko Widodo sudah memberikan perintah kpd kementrian koordinator utk berbenah keputusan yg tepat, sejauh ini di susun balasan bonus berupa kebiri kimiawi kepada mereka para pelaku kejahatan seksual, jokowi hendak wacana ini secepatnya direalisasikan, hingga membuat pelindungan hukum terbentuk. Referensi hukuman kebiri sdh menyeruak tiap kali ada kejadian kebejatan seksual pada kanak-kanak. pembatasan lintas kementrian utk menyempurnakan hukuman kebiri sudah dilakukan selepas presiden Joko Widodo melangsungkan rapat diistana pada Dua Puluh Oktober 2015 bergandengan beberapa menteri, presiden jokowi bersatu hati melakukan balasan tambahan utk semua pelaku kebiadaban seksual terhadap kanak-kanak dgn melakukan hukuman kebiri kimiawi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar